Tentang Kami

Dari kegelisahan masa kecil seorang anak petani, hingga menjadi destinasi wellness & kuliner yang menyentuh jiwa

Cerita Kami

Lahir dari Kegelisahan Seorang Anak Petani

Green Talas lahir dari kegelisahan masa kecil seorang anak petani penggarap yang tumbuh bersama hiruk pikuk persawahan Jatiluwih. Pak Jero — sang founder — tidak memiliki lahan sawah sendiri, namun seluruh jiwa dan pikirannya terbentuk dari sawah. Satu cita-cita yang selalu ia bawa: suatu hari, ia ingin memiliki usaha yang dekat dengan persawahan, yang dapat mengapresiasi dan mensupport petani secara langsung.

Di tengah pandemi 2020, dengan modal delapan ratus ribu rupiah dan satu meja kecil, lahirlah Warung Bubur Beras Merah pertama di Jatiluwih. Pada hari pertama hanya terjual lima porsi, hari kedua tujuh porsi — dan terus meningkat. Dari bambu dan alang-alang yang sangat sederhana, konsep tradisional itulah yang justru menjadi daya tarik.

Inspirasi terbesar Pak Jero adalah ibunya — seorang perempuan yang tidak pernah berjualan, namun masakannya selalu dari hati. "Saya sadar bahwa bisnis kuliner bukan tentang yang paling enak, tapi tentang ketulusan dan kejujuran. Apa yang kita masak dengan happiness dan cinta kasih, itu yang akan sampai kepada pelanggan kita."

Nama Green Talas bukan sekadar nama. Dalam bahasa Bali, Talas adalah Keladi — dan Keladi berasal dari kata Kel Nadi, yang berarti Nadi: berlimpah, wealthy, penuh berkah. Itu adalah doa yang ditanamkan dalam setiap hidangan yang kami sajikan.

Hari ini, Green Talas bukan sekadar restoran. Ini adalah ekosistem wellness & budaya — di mana petani lokal dimuliakan, karyawan adalah co-owner yang mendapat persentase keuntungan, dan setiap tamu diharapkan pulang dengan jiwa yang lebih ringan, lebih bersih, dan lebih bahagia.

🌱

Nadi — Berlimpah & Berkah

"Talas" dalam bahasa Bali adalah Keladi. Kel Nadi — artinya apapun yang kita tanam dan kerjakan, berlimpah. Itulah doa yang tertanam dalam nama kami.

🙏

Ida Betara Sri — Dewi Kemakmuran

Sawah Jatiluwih adalah manifestasi Ida Betara Sri dalam kepercayaan Hindu Bali — lambang keberlimpahan dan kemakmuran. Setiap beras yang kami masak membawa energi suci ini.

👨‍👩‍👧

Karyawan adalah Co-Owner

Di Green Talas, karyawan bukan sekadar bekerja — mereka memiliki usaha ini. Persentase keuntungan dibagi langsung. Karena karyawan yang bahagia menghasilkan makanan yang penuh energi positif.

Yang Membuat Kami Berbeda

20 Tahapan Doa Sebelum Beras Sampai ke Meja Anda

Beras merah Jatiluwih bukan beras biasa. Di saat tempat lain tahapan ritual ini sudah banyak yang hilang, di Green Talas kami masih menghormati setiap prosesinya — dari padi ditanam hingga tersaji di piring Anda.

🌱

Makpak Toyo

Upacara pembuka penanaman — doa pertama untuk tanah dan benih

🌾

Ngendagin

Ritual menghormati Dewi Sri — padi dibentuk menjadi simbol suci

🏠

Masuk Jineng

Padi masuk ke lumbung suci dan diupacarai — tidak boleh sembarangan diambil

📅

Hari Baik

Beras hanya diturunkan dari jineng pada hari-hari yang dipilih secara spiritual

"Sebelum beras sampai ke sini, ada kurang lebih dua puluh tahapan doa yang kita ucapkan. Beras merah ini sangat diperlakukan dengan sangat spesial — bukan sekadar beras yang kita masak langsung. Inilah yang membuatnya berbeda." — Pak Jero, Founder Green Talas

Team

Pemandu Wisata Kami

Pemandu bersertifikat yang berpengalaman dan berdedikasi untuk memberikan pengalaman terbaik

WS

Wayan Suartika

Culinary & Rice Culture

ID EN
★ ★ ★ ★ ☆ (17)
MA

Made Artha

Wellness & Meditation

ID EN JP
★ ★ ★ ★ ☆ (14)
NW

Nyoman Wijaya

Nature & Trekking

ID EN DE
★ ★ ★ ★ ☆ (8)
KS

Ketut Sudarsana

Traditional Cooking

ID EN ZH
★ ★ ★ ★ ☆ (13)

Siap Bergabung Bersama Kami?

Hubungi tim kami atau pesan paket wisata favorit Anda sekarang.